kur

Sambut Penurunan Bunga KUR Mulai 2020

Golongan pegiat koperasi dan usaha mikro, kecil, serta menengah( UMKM) menyongsong baik kebijakan penyusutan suku bunga Keredit Usaha Rakyat( KUR) dari 7 ke 6 persen per tahun mulai 2020. Tokoh keperasi serta UMKM Subiakto Tjakrawedrdaja melaporkan kebijakan positif tersebut sebaiknya menemukan tindak lanjut buat menjamin penyaluran KUR secara lebih luas sampai ke pelosok.

” Penyusutan suku bunga KUR itu bagus. Berarti terdapat kedudukan negeri buat mengambil kebijakan yang memihak rakyat mayoritas,” ungkap Subiakto dalam pembicaraan di Kantor Yayasan Damandiri, Jakarta, Rabu, 14/ 11/ 19. Bagi ia, telah semenjak lama golongan koperasi serta UMKM menunggu kebijakan langsung di tengah ketimpangan akses buat pengembangan ekonomi kerakyatan.

Berikutnya, kata Pimpinan Yayasan Damandiri yang bermitra dengan ratusan koperasi serta UMKM itu, kebijakan positif ini membutuhkan tindak lanjut supaya terealisasi konkret serta pas target.” Misalnya, gimana perbankan paling utama yang kepunyaan negeri menyalurkannya sampai ke unit- unit koperasi serta UMKM yang tersebar di bermacam wilayah,” ucap Menteri Koperasi serta UKM di masa Presiden Soeharto itu.

kur

Sepanjang ini, sambungnya, permasalahan pembiayaan untuk koperasi usaha kecil serta menengah mengalami permasalahan jangkauan penyaluran serta ketepatan sasarannya.” Aku serta sahabat sesama pegiat koperasi serta UMKM telah mengantarkan masukan buat Menteri Koperasi UMKM Pak Teten Masduki,” ucapnya.

Pemerintah memanglah baru saja mengumumkan secara formal penyusutan suku bunga KUR jadi 6 persen per tahun. Tidak hanya itu, total langit- langit KUR pula ditingkatkan dari Rp140 triliun jadi Rp190 triliun ataupun cocok dengan ketersediaan anggaran pada APBN 2020, serta hendak terus bertambah secara bertahap sampai Rp325 triliun pada 2024.

“ Langit- langit maksimum KUR Mikro juga dilipatgandakan, dari semula Rp25juta jadi Rp50 juta per debitur. Kebijakan ini hendak berlaku efisien mulai 1 Januari 2020,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Pimpinan Komite Kebijakan Pembiayaan untuk Usaha Mikro Kecil serta Menengah( UMKM) usai Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan untuk UMKM, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa, 12/ 11/ 19.

Dalam peluang yang sama Menteri Koperasi serta UKM Teten Masduki memohon UMKM ataupun pengusaha kecil membentuk semacam koperasi ataupun kelompok usaha cocok dengan zona bisnis mereka. Karena tahun depan, pemerintah mau memprioritaskan penyaluran melalui KUR kelompok, bersamaan dengan diturunkannya suku bunga KUR per 1 Januari 2020 jadi 6 persen, dari dikala ini 7 persen.

“ Aku kira model KUR kelompok ini hendak mempermudah kerja kami buat melembagakan 60 juta lebih usaha mikro, tidak bisa jadi dapat kami urus satu- satu,” kata Teten di Departemen Koordinator Bidang Perekonomian.

Dengan model KUR kelompok ini, kata Teten, penyaluran KUR dapat lebih dipercepat serta diakses ratusan apalagi ribuan orang. Dikala ini, cuma sebagian zona usaha yang sudah mempunyai koperasi, semacam koperasi ataupun kelompok usaha tani serta nelayan. Sehingga, UMKM yang belum membentuk kelompok, hendak didorong buat lekas membentuknya,“ Kami arahkan begitu,” kata ia.

You May Also Like

fintec

Koperasi tak Kalah dari Fintech

kemenkop

Pengembangan Koperasi dan UMKM

jateng

Jateng Bikin Pusat Pelatihan Koperasi dan UKM di 2020

kapitalisme

Koperasi di Tengah Kapitalisme