Penguatan Ekonomi Adalah Keterjaminan Makanan dan Energi

REKTOR Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) Jatinangor Dr. Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., menyatakan, penguatan Negara Kesatuan Republik Imdonesia (NKRI) perlu adanya multi dimensi dan multi aspek.

“Penguatan NKRI itu, jika dikerucutkan dan lebih spesifik pada penguatan ekonomi. Perlu ada penguatan keterjaminan makanan, keterjaminan energi. Itu persoalan besar di negara kita ini,” kata Burhanuddin kepada wartawan usai pengukuhkan 601 mahasiswa baru pada sidang terbuka senat Ikopin tahun 2019 di Graha Suhardani Kampus Ikopin Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (9/9/2019).

Burhanuddin pun mengutip pernyataan Frans Seda, penulis buku pada 1962 yang menjelaskan, “Masalah kita beras dan bensin. Itu masalah masih ada di kita,” katanya.

Menurutnya, permasalahan itu, sampai saat ini belum terselesaikan secara baik. “Penguatan NKRI itu dari sisi ekonomi dan penguatan dari sisi lainnya,” ucapnya.

Dalam kaitan itu, Burhanuddin mengungkapkan, persoalan ekonomi menimbulkan kerawanan, di antaranya terjadi kesenjangan yang cukup besar. Menurutnya, kesenjangan itu akan melahirkan ketidakmudahan untuk memperbaikinya karena akan mengganggu stabilitas keamanan.

Pihaknya sangat terbuka dan senang dengan begitu banyaknya mahasiswa baru asal Papua yang belajar di Ikopin Jatinangor.

“Memang bagi mahasiswa baru asal Papua bukan hal baru, mereka mengikuti pendidikan atau perkuliahan di Ikopin. Namun saat ini, jumlah mahasiswa barunya cukup besar, yaitu mencapai 52 orang. Sebelumnya, antara 10-15 mahasiswa baru setiap tahunnya,” katanya.

Ia mengatakan, Ikopin menjadi pilihan bagi mahasiswa baru Papua, karena sebelumnya para lulusan mahasiswa asal Papua sudah banyak yang sukses dalam mengembangkan usahanya. Sehingga hal itu menjadi kekuatan bagi para mahasiswa baru untuk mengikuti para seniornya yang sudah berhasil dalam bidang pengembangan ekonomi.

“Semakin banyak mahasiswa asal Papua yang belajar di Ikopin. Kami melihat koperasi di Papua lebih berkembang dibandingkan pulau lainnya. Banyak mahasiswa asal Papua yang berhasil,” katanya.

Ia berharap, para mahasiswa tersebut bisa mengembangkan perekonomian yang berkeadilan dan merata. “Hal itu bisa dilakukan melalui koperasi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Mahasiswa dan Alumni, Panitia Pengenalan Mahasiswa Baru Ikopin Drs. Agus Arifin mengatakan, pihaknya dalam rangka persiapan mahasiswa baru yang saat ini masih proses transisi, sehingga berharap mereka cepat beradaptasi. Pihaknya pun berusaha untuk memberikan pembekalan untuk keberhasilan dalam menempuh perkuliahan, yang sudah menjadi tradisi di Ikopin.

“Pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru telah dilaksanakan dan berjalan aman, tertib yang diselenggarakan dari tanggal 1 sampai 7 September 2019. Sebagai organisasi penyelenggara rektor, dosen dan mahasiswa,” katanya.

Menurut Agus, materi pembelajaran dalam pengenalan kehidupan kampus itu, di antaranya arti berbangsa dan bernegara, cinta tanah air dan lingkungan masyarakat. Disamping itu menanam hidup berbangsa dan bernegara melalui empat pilar kebangsaan, yaitu NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kemudian mengenalkan sistem tata kelola perguruan tinggi, sistem pembelajaran, ektra kurikuler. Selain itu tentang moral, kejujuran, tanggung jawab dan disiplin hidup dalam kehidupan di masyarakat,” katanya.

Pihak Kampus Ikopin mengarahkan kepada para mahasiswa baru untuk menjalin persahabatan dan kekeluargaan antar mahasiswa. “Kita berusaha untuk memotivasi mahasiswa percaya diri, pengabdian bangsa dan negara. Hal itu dalam kegiatan ceramah, diskusi, simulasi dan kegiatan mahasiswa lainnya,” katanya.

You May Also Like

fintec

Koperasi tak Kalah dari Fintech

kemenkop

Pengembangan Koperasi dan UMKM

kopi

Kabupaten Malang Kembangkan Koperasi SAR Gandeng IPB

teten

Menteri Koperasi dan UKM Kabinet Indonesia Maju, Profil Teten Masduki